Sabtu, 12 Desember 2009

Cara Menghibur Diri Dengan Sholat


”Hiburlah kita dengan salat, hai Bilal!” Sabda singkat Nabi Muhammad Saw ini dikatakan ketika sahabat Bilal — orang pertama dari kalangan budak yang dimerdekakan dan sekaligus masuk Islam — sedang tampak lesu menghadapi penatnya kehidupan. Tiada air pelepas dahaga, atau kesejukan penyegar vitalitas kehidupan, kecuali setelah ia mendapat teguran dari Nabi tadi.

Apalagi, dalam kehidupan era globalisasi yang sarat kesibukan sekarang, banyak orang dilanda stres. Kita dipacu bekerja keras agar bisa bersaing dengan yang lainnya untuk mencapai puncak karir. Tak jarang seseorang harus melakukan hal-hal yang dilarang agama untuk mencapai keinginannya. Itu pun terkadang masih gagal juga.

Dalam kehidupan, kita menghadapi banyak macam tekanan. Misalnya, tekanan untuk maju, meski kemudian gagal sehingga harus menghadapi tekanan lainnya lagi. Kita begitu sibuk mencari jalan menuju sukses. Dan karena kesibukan itu, terkadang kita sampai menyatakan uzur salat. Bahkan, ada dari kita yang menganggap salat mengganggu atau menghambat produktivitas kerja.

Tapi sebaliknya, bila merasa perlu beristirahat, kita mencari hiburan dengan mengeluarkan biaya banyak dan membuang waktu yang berharga. Antara lain menonton film, pergi ke diskotik, atau sekedar pelesir di tepi pantai. Semua bentuk hiburan itu diupayakan sebagai obat penghilang kepenatan.

Mungkinkah kita mendapat keinginan itu? Wallahu ‘alam. Namun, sejumlah data penelitian psikologis menunjukkan potensi orang stres semakin meningkat sejalan dengan banyaknya tempat hiburan. Model-model hiburan yang disuguhkan sekarang dinilai hanya mampu menghilangkan rasa stres sejenak. Begitu kita keluar dari tempat hiburan, dan kembali bekerja seperti biasa, stres pun datang kembali.

Dalam konteks inilah ajakan Nabi kepada sahabat Bilal yang tersebut di atas menemukan maknanya. Allah dalam Alquran berfirman, ”Tidak akan tenang seseorang tanpa melakukan zikir pada Allah.” Para ulama menafsirkan sabda Nabi di atas dengan, Sa’atan wa sa’atan (’’sesaat dan sesaat”).

Maksudnya, sebagai seorang muslim, manakala datang segala kepenatan, kegelisahan dan keresahan usai mencari rezeki seharian, kita wajib mencari tempat hiburan. Namun, tempat hiburan yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya adalah berzikir kepada Allah, membaca Alquran dan melaksanakan segala yang disunnatkan-Nya. Selamat berakhir pekan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon Komentar Yang Membangun - No Rasisme